Saturday, March 17, 2012

sejarah asia timur kuno

Sejarah Korea
Sejarah Korea bermula dari zaman Paleolitik
Awal
sampai dengan sekarang [1]. Kebudayaan tembikar di Korea dimulai sekitar tahun 8000
SM, dan zaman neolitikum dimulai sebelum 6000 SM
yang diikuti oleh zaman
perunggu
sekitar tahun 2500 SM. Kemudian Kerajaan
Gojoseon
berdiri
tahun 2333 SM [2]. Baru pada abad ke-3 SM
Korea mulai terbagi-bagi menjadi banyak wilayah kerajaan.
Pada tahun satu Masehi, Tiga Kerajaan Korea seperti Goguryeo, Silla dan Baekje mulai mendominasi Semenanjung
Korea
dan Manchuria. Tiga kerajaan ini saling
bersaing secara ekonomi dan militer. Koguryo dan Baekje adalah
dua kerajaan yang terkuat, terutama Goguryeo, yang selalu dapat menangkis
serangan-serangan dari Dinasti-dinasti
Cina
.
Kerajaan Silla perlahan-lahan menjadi kuat dan akhirnya dapat menundukkan
Goguryeo. Untuk pertama kalinya Semenanjung
Korea
berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla
Bersatu
.
Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi
timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae.
Silla
Bersatu
akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga
mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Dinasti
Goryeo
,
mulai mendominasi Semenanjung Korea. Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan dan sebagian besar penduduk
serta pemimpinnya, Dae Gwang hyun, mengungsi ke Dinasti
Goryeo. Selama masa pemerintahan Goryeo, hukum yang baru dibuat, pelayanan
masyarakat dibentuk, serta penyebaran agama
Buddha
berkembang pesat. Tahun 993 sampai 1019 suku Khitan dari Dinasti
Liao
meyerbu
Goryeo, tapi berhasil dipukul mundur. Kemudian pada tahun 1238, Goryeo kembali diserbu
pasukan Mongol dan setelah mengalami
perang hampir 30 tahun, dua pihak akhirnya melakukan perjanjian damai.
Pada tahun 1392, Taejo
dari Joseon
mendirikan Dinasti
Joseon
setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan
penciptaan abjad Hangeul. Antara 1592-1598, dalam Perang
Imjin
, Jepang menginvasi Semenanjung
Korea
,
tapi dapat dipatahkan oleh prajurit pimpinan Admiral Yi
Sun-shin
.
Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti
Joseon
kembali menderita serangan dari (Dinasti
Qing
).
Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali
berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Pada tahun 1895 Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata Jepang [3]Pada tahun 1905, Jepang
memakasa Korea untuk menandatangani Perjanjian
Eulsa
yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang, lalu pada 1910
Jepang mulai menjajah Korea.[4] Perjuangan rakyat Korea
terhadap penjajahan Jepang dimanifestasikan dalam Pergerakan 1 Maret dengan tanpa kekerasan.
Pergerakan kemerdekaan Korea yang dilakukanPemerintahan
Provisional Republik Korea
lebih banyak aktif di luar
Korea seperti di Manchuria, Cina dan Siberia.
Dengan menyerahnya Jepang
pada tahun 1945, PBB membuat rencana
administrasi bersama Uni
Soviet
dan Amerika
Serikat
,
namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan baru
terbentuk, yang demokratik (Korea
Selatan
)
dan komunis (Korea
Utara
) yang
dibagi oleh garis lintang 38 derajat. Ketegangan antara kedua
belah pihak mencuat ketika Perang
Korea
meletus tahun 1950 ketika pihak Korea Utara
menyerang Korea Selatan.



Masa prasejarah
Bukti arkeologi menunjukkan bahwa manusia pertama menghuni Semenanjung
Korea
700.000 tahun lalu, walaupun sejumlah
arkeolog dari Korea Utara mengklaim bahwa Korea sudah berpenghuni 1 juta tahun
yang lalu. [5]
Sejumlah artefak dari periode Palaeolitik (700 ribu SM-40 ribu SM)
telah ditemukan di propinsi Hamgyong
Utara
, Pyongan
Selatan
, Gyeonggi,Chungcheong
Utara
dan Chungcheong Selatan. Dari penemuan tersebut
diketahui pada masa prasejarah mereka tinggal di gua dan juga membangun tempat
tinggal, menggunakan api, berburu dan memakai peralatan yang
dibuat dari batu.
Zaman Tembikar Jeulmun
Zaman kebudayaan tembikar di Korea dimulai sekitar 8000 SM,
disebut Kebudayaan
Tembikar Yungimun
. Bukti-bukti arkeologinya ditemukan di seluruh Korea,
seperti di situs Gosann-ni di Pulau
Jeju
.
Kebudayaan
Tembikar Jeulmun
(tembikar berpola sisir) dimulai tahun 7000
SM, dan kebudayaan tembikar dengan pola sisir di keseluruhan sisi artefak
dimulai antara tahun 3500-2000 SM. Tembikar Jeulmun sama dengan tembikar yang
ditemukan di Primorsky, Rusia, Mongolia, lembah sungai
Amur
danSungari di Manchuria [6]
Zaman Tembikar Mumun
Pada masa ini (sekitar 1500
SM-300 SM) mulai terbentuk masyarakat yang bercocok
tanam
dan berkehidupan sosial-politik. Masyarakat di Korea
bagian selatan mengembangkan pertanian padi ladang di Zaman
Mumun Tua
(1500 SM-850 SM). Di Zaman
Mumun Madya
(850 SM-550 SM) mulai dikenal sistem
masyarakat yang dipimpin oleh kepala suku. Pada Zaman
Mumun Muda
(sekitar 550 SM-300 SM) bukti arkeologi
menunjukkan telah dilakukan upacara
kematian
(penguburan) bagi orang yang memiliki status
tinggi. Produksi perunggu dimulai di Zaman
Mumun Madya
dan berperan penting dalam kegiatan upacara
atau politik setelah tahun 700 SM. Pada periode ini pula pertama kalinya
berkembang pemukiman yang berkembang kian besar dan akhirnya hancur: beberapa
contohnya seperti Songguk-ri, Daepyeong dan Igeum-dong. Zaman Mumun berakhir
sekitar tahun 300 SM.
Gojoseon
Gojoseon adalah kerajaan Korea yang
pertama. Berdasarkan Samguk
Yusa
dan teks-teks kuno Korea abad pertengahan[7], Gojoseon didirikan tahun
2333 SM oleh Dangun, putra tokoh mitologi Korea, Hwanin, yang dipercaya diturunkan
dari surga.
Masyarakat Gojoseon adalah
keturunan dari suku
bangsa Altai
yang bermigrasi ke Manchuria, daerah sebelah utara Sungai
Yangtze
(Cina) dansemenanjung
Korea
.
Mereka adalah nenek
moyang
orang Korea yang pertama yang disebut dalam
catatan sejarah [8]
Gojoseon sebenarnya
terletak di Liaoning, tetapi sekitar tahun 400
SM memindahkan ibukotanya ke Pyongyang yang sekarang adalah
ibukota dari Korea Utara

Kebudayaan perunggu
Kebudayaan
perunggu
menyingsing di Korea sekitar tahun 1500-1000
SM, dan melalui bukti-bukti arkeologi menyebutkan mungkin lebih jauh lagi yaitu
tahun 2500 SM[11]
Pada masa ini telah dikenal
peralatan seperti pisau belati perunggu (bronze daggers), kaca, persenjataan serta pembuatan kota yang
berdinding[12]
Masyarakatnya juga telah
membudidayakan padi, kacang
merah
, kacang
kedelai
dan gandum. Mereka dapat membuat
rumah-rumah yang berbentuk persegi panjang dan membangun dolmen untuk tempat
penguburan jenazah. Semenanjung Korea memiliki situs dolmen yang terbanyak di dunia. [6] Gojoseon berubah dari
pemukiman bertembok (walled cities) yang bersifat feodal menjadi sebuah
kerajaan sebelum abad ke 4 SM [13]
Kebudayaan besi
Sejak abad ke 3 SM, kebudayaan
besi
telah berkembang dan peperangan dengan bangsa
Cina menyebabkan pengungsian ke timur dan selatan semenanjung. Baru-baru ini
sebuah cermin besi ditemukan di Songseok-ri, Kangdong-gun, kota Pyongyang di Korea Utara[14] yang mungkin berasal dari
tahun 1200 SM.
Pada masa ini, sebuah
kerajaan bernama Jin, berkembang di bagian
selatan semenanjung Korea. Sangat sedikit bukti mengenai keberadaan Kerajaan
Jin, namun kerajaan ini sudah mengadakan hubungan dengan Dinasti
Han
Cina dan mentransfer kebudayaan ke Yayoi (Jepang). [15] Raja dari Gija Joseon mungkin telah lari ke Jin
setelah terjadi pemberontakan olehWiman. Jin kemudian berkembang
jadi Konfederasi Samhan. Dinasti Han lalu menumbangkan Wiman dan
mendirikan Empat Komander Han.
Kehancuran
Masih kabur kapankah waktu
kejatuhan dan kehancuran Gojoseon, tergantung kepada bagaimana sejarawan
memandang Gija Joseon. Sebuah teori dari Joseon
Sangosa
menyebutkan bahwa Gojoseon mengalami
perpecahan tahun 300 SM dan secara perlahan kehilangan kendali atas wilayah
teritorinya. Banyak negara (kerajaan) kecil yang menjadi pecahannya seperti Buyeo, Okjeo, Dongye, Guda-guk, Galsa-guk, Gaema-guk, dan Hangin-guk. Sedangkan kerajaan besar Goguryeo dan Baekje berasal dari Buyeo. Masa Tiga Kerajaan Koreadikuasai oleh Goguryeo, Baekje dan Silla walaupun sampai abad ke 5
dan 6 terdapat Kerajaan Buyeo dan Gaya.


[
Proto Tiga Kerajaan
Periode Proto Tiga Kerajaan
(Masa Sebelum Tiga Kerajaan) kadang-kadang disebut Periode Banyak Negara (열국시대), atau masa sebelum
munculnya tiga kerajaan seperti Goguryeo, Baekje dan Silla. Pada masa ini
terdapat banyak negara pecahan kerajaan Gojoseon. Yang terbesar adalah Dongbuyeo (Buyeo Timur) dan Bukbuyeo (Buyeo Utara).
Buyeo dan Kerajaan dari Utara
Buyeo
Setelah kehancuran Gojoseon, Buyo berkembang di Korea
Utara saat ini dan sebelah selatan Manchuria, dari abad ke 2 SM sampai
tahun 494 M. Sisa-sisa wilayah Gojoseon diserap oleh Goguryeo tahun 494, dan keduanya (Kerajaan
Goguryeo dan Baekje) menganggap masing-masing sebagai penerus dari Gojoseon.
Walaupun banyak dari
catatan sejarah tidak akurat dan bertentangan, disebutkan pada tahun 86 SM, Buyeo terpecah jadi Buyeo Utara
(Bukbuyeo) dan Buyeo Timur (Dongbuyeo). Pada tahun 538 Baekje menamakan diri
mereka Nambuyeo (Buyeo Selatan).
Okjeo adalah kerajaan yang
terletak di sebelah utara semenanjung Korea dan berdiri setelah jatuhnya
Gojoseon. Okjo sendiri sudah menjadi bagian dari Gojoseon sebelum Gojoseon
hancur. Okjeo tidak pernah menjadi sepenuhnya kerajaan yang bebas karena selalu
menghadapi intervensi dari kerajaan-kerajaan tetangganya. Okjeo kemudian
menjadi taklukan Goguryeo di bawah Raja Gwanggaeto yang Agung pada abad ke 5 M.
Dongye adalah kerajaan kecil lain
yang terletak di sebelah utara Semenanjung Korea. Dongye berbatasan dengan
Okjeo dan dua kerajaan lain yang juga menjadi negeri taklukkn Goguryeo. Dongye
juga adalah pecahan dari Gojoseon.
Samhan
Samhan (三韓) adalah tiga negara konfederasi yaitu Mahan, Jinhan dan Byeonhan. Samhan terletak di bagian
selatan Semenanjung
Korea
.
Tiga konfederasi ini menjadi tonggak pendirian kerajaan Baekje, Silla dan Gaya.
Mahan adalah yang terbesar dengan 54 negara
bagian
,
Byeonhan dan Jinhan masing-masing memiliki 12 negara bagian. Kata samhan
kemudian digunakan untuk menunjuk Tiga Kerajaan Korea.
Hanja "han" (韓) dari Samhan saat ini digunakan untuk
menunjuk Korea (Dae Han Min Guk).


Tiga Kerajaan Korea
Goguryeo
Goguryeo adalah kerajaan paling
besar di antara Tiga Kerajaan. Goguryeo didirikan tahun 37 SM oleh Jumong (Dongmyeongseong) pertama
memeluk Buddhisme pada tahun 372 pada masa pemerintahan Raja Raja Sosurim.
Goguryeo mencapai masa
keemasan pada abad ke 5, ketika Raja Gwanggaeto yang Agung dan anaknya Raja Raja Jangsu memperluas wilayah
kekuasaan sampai Manchuria danMongolia, serta merebut Seoul dari tangan kerajaan
Baekje. Gwanggaeto dan Jangsu akhirnya memaksa Baekje dan Silla untuk tunduk
dan untuk pertama kalinya menyatukan semenanjung Korea.
Goguryeo menangkis
berkali-kali serangan tentara Cina dalam Perang Goguryeo-Sui tahun 598 sampai 614 yang menyebabkan runtuhnya Dinasti
Sui
. [16] Namun dengan banyaknya
perang dengan Cina, telah perlahan-lahan melemahkan Goguryeo. Goguryeo
ditundukkan dalam serangan gabungan Silla dan Dinasti
Tang
tahun 668.
Baekje
Baekje didirikan tahun 18 SM oleh Onjo [7]seperti yang disebutkan di Samguk
Sagi
.
Teks Cina kuno Sanguo Zhi menyebutkan bahwa Baekje
adalah bagian dari Konfederasi
Mahan
yang berlokasi di lembah Sungai
Han
(dekat Seoul saat ini). Baekje
memperluas wilayah kekuasaannya ke propinsi Chungcheong dan Jeolla dan menjadi saingan bagi Goguryeo dan dinasti-dinasti di
Cina.
Pada puncak kegemilangannya
pada abad ke 4, Baekje menguasai semua negara bagian Konfederasi
Mahan
dan menguasai bagian barat semenanjung Korea.
Baekje memainkan peran yang
penting dalam mentransfer perkembangan budaya ke Jepang seperti pengenalan karakter
Tionghoa
, agama
Buddha
,
pembuatan barang dari besi, keramikdan upacara
pemakaman
[17] Baekje ditundukkan oleh
aliansi Silla dan Dinasti Tang pada tahun 660 dan anggota kerajaannya melarikan
diri ke Jepang.
Silla
Menurut catatan sejarah,
Kerajaan Silla terbentuk pada saat
unifikasi negara bagian milik Konfederasi Jinhan oleh Bak
Hyeokgeose
tahun 57 SM di bagian selatan semenanjung
Korea.
Artefak Silla seperti
kerajinan emas menunjukkan adanya pengaruh nomadik, dan tidak dipengaruhi budaya
Tionghoa
seperti halnya milik Goguryeo dan Baekje.
Silla berkembang cepat dan menguasai wilayah lembah sungai Han dan menyatukan
berbagai wilayah kecil.
Pada abad ke 2, Silla mulai
tumbuh menjadi kerajaan yang kuat dan sering terlibat perang dengan Baekje,
Goguryeo dan Jepang. Pada tahun 660 Raja Silla, Muyeol, menundukkan Baekje
bersama Jenderal Kim
Yushin
yang dibantu pasukan dari Dinasti
Tang
.
Pada tahun 661 Silla dan Tang menyerbu Goguryeo, namun dapat ditangkis. Raja
Muyeol melakukan serangan lagi tahun 667 dan Goguryeo ditaklukkan pada tahun
berikutnya.
[sunting]Gaya


















Artikel
utama untuk bagian ini adalah: Konfederasi
Gaya

Konfederasi
Gaya
adalah sebuah konfederasi yang terletak di
lembah sungai Nakdong di Korea bagian selatan.
Gaya berkembang dari Konfederasi Byeonhan dan pada tahun 562
ditaklukkan oleh Silla.
Negara Utara dan Selatan
Sebutan Negara Utara dan Selatan merujuk pada kerajaan Silla
Bersatu
dan Balhae, yaitu saat Silla
menguasai semenanjung Korea dan Balhae memperluas kekuasaannya di Manchuria.
Silla Bersatu
Setelah perang unifikasi, Dinasti
Tang
mendirikan teritori dan komunitasnya di bekas
wilayah Goguryeo dan juga di Baekje. Silla menyerang orang-orang Tang di Baekje
dan Korea Utara tahun 671. [16]
Cina menginvasi Silla tahun
674 namun gagal di bawah tentara Jenderal Kim
Yushin
yang kuat. Silla akhirnya mengeluarkan semua
kekuatan Tang tahun 676 dan membawa penyatuan bagi sebagian besar semenanjung
Korea.
Periode Silla bersatu adalah
masa ketika kebudayaan Korea berkembang dengan pesat serta Buddhisme menjadi agama negara.
Kuil-kuil seperti Bulguksa adalah contoh betapa
pesatnya kebudayaan Korea dalam pengaruh agama Buddha. Beberapa kuil yang indah
dibangun seperti Kuil
Hwangnyeong
, Bunhwangsa, dan Sokkuram yang menjadi Situs Warisan Dunia (UNESCO). Masa ini juga menjapada
masa damai ketika Korea menjalin hubungan baik dengan Dinasti
Song
Cina.
Silla mulai mengalami masa
kericuhan politik tahun 789 yang membuat Silla jadi lemah. Sementara itu
sisa-sisa Baekje mulai bangkit dan mendirikan Kerajaan Hubaekje ("Baekje Akhir"). [16]
Silla Bersatu hanya
bertahan 267 tahun ketika rajanya yang terakhir, Raja Gyeongsun disingkirkan oleh Wanggeon yang mendirikan Dinasti
Goryeo
tahun 935. [18]
: Balhae
Balhae didirikan di bagian utara
di bekas wilayah Goguryeo oleh Dae
Jo-yeong
,
mantan jenderal Goguryeo. Balhae menguasai wilayah paling utara dari
semenanjung Korea, sebagian besar Manchuria dan wilayah Propinisi
Maritim Rusia
saat ini. Balhae menyebut kerajaan mereka
sebagai penerus dari Goguryeo.
Dalam masa damai, Balhae
mengembangkan kebudayaannya, terutama pada masa pemerintahan Raja Mun (sekitar 737-793).
Kebudayaan Balhae dipengaruhi oleh Buddhisme sama seperti Silla dan
Baekje. Kerajaan Balhae runtuh pada tahun 926 karena diserang oleh bangsa
Khitan
dari Dinasti
Liao
.
Tidak ada catatan sejarah
dari Balhae yang tersisa. Goryeo menyerap sebagian teritori Balhae dan menerima
pengungsinya, termasuk anggota kerajaannya. Dalam teks Samguk
Sagi
terdapat
ringkasan mengenai Balhae, tetapi tidak menuliskan sejarah berdirinya.
Sejarawan dari Dinasti
Joseon
abad 18, Yu Deukgong memasukkan Balhae ke dalam
bagian sejarah Korea dan mulai menggunakan penyebutan Periode
Negara Utara dan Selatan
untuk masa berdirinya
Balhae.
Tiga Kerajaan Akhir Korea
Tiga Kerajaan Akhir (892-936) terbagi atas Silla, Hubaekje (Baekje Akhir) dan Taebong (juga dikenal dengan sebutan
Hukoguryo atau Goguryeo Akhir). Wang Geon menumbangkan Hubaekje tahun
936 dan mengesahkan pemerintahan baru, yaitu Dinasti
Goryeo
.
Dinasti Goryeo
Dinasti
Goryeo
didirikan tahun 918 dan sejak tahun 936 menggantikan Silla sebagai
kerajaan yang memerintah Semenanjung Korea. Kata Goryeo adalah kependekan dari Goguryeo dan merupakan sebutan bagi
orang asing yang merujuk ke Korea. Dinasti ini bertahan
sampai tahun 1392.
Pada tahun 1231 bangsa Mongol memulai penyerangan
terhadap Goryeo. Setelah peperangan yang melelahkan selama 25 tahun akhirnya
Goryeo menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan
Mongol
.
Maka dalam waktu 80 tahun Goryeo berada dalam bayang-bayang kekuasaan bangsa
utara itu.
Pada tahun 1340-an Raja Gongmin memberontak terhadap
kekuasaan Mongol dan secara cepat menyingkirkan mereka dari semenanjung Korea.
Namun Koryo kini sedang menghadapi serangan dari bajak
laut
Jepang (Wokou) yang mulai
mencapai Korea. Tahun 1392 seorang jenderal bernama Yi
Seong-gye
,
memberontak dan mengakhiri kekuasaan dinasti ini.
Dinasti Joseon
Tahun 1392 setelah Goryeo
tumbang, Dinasti yang baru mulai didirikan oleh Jenderal Yi
Seong-gye
,
yaitu Dinasti
Joseon
.
Ia menamakan kerajaan ini sebagai Joseon untuk memberikan penghormatan terhadap Gojoseon, yang merupakan kerajaan
pertama bangsa Korea. Yi seong gye memindahkan ibukota ke Hanseong dan membangun Gyeongbokgung serta mengesahkan Konfusianisme sebagai agama negara, yang
akhirnya membuat para pendeta Buddha kehilangan kekayaan dan kemakmuran.
Dinasti Joseon menikmati perkembangan yang sangat pesat dalam bidang ilmu
pengetahuan
dan kebudayaan. Contohnya adalah penemuan
abjad Hangeul tahun 1443 oleh Raja
Sejong
.
Dinasti Joseon adalah dinasti yang memiliki usia pemerintahan terpanjang di Asia
Timur
dalam milenium terakhir.
Ekonomi
Joseon memiliki keadaan
ekonomi yang stabil dalam masa-masa damainya, terutama pada masa pemerintahan Raja Sejong yang Agung. Walau demikian, ekonomi
Joseon juga pernah menderita banyak kelesuan selain karena serangan-serangan
Jepang tahun 1592-1598, juga karena terbongkarnya skandal korupsi internal,
suap dan juga pengenaan pajak yang tinggi.
Keadaan sosial masyarakat
Dinasti Joseon menerapkan
sistem kemasyarakatan yang ketat bagi rakyat yang sangat memengaruhi keadaan ekonomi. Raja adalah puncak dari
pemerintahan, sementara Yangban (bangsawan) dan pejabat kantor
kerajaan berada di bawahnya. Di bawah Yangban dan pejabat merupakan golongan
tengah yang terdiri dari kaum pedagang dan pengrajin. Bagian
terbesar dari sistem ini tentunya adalah rakyat jelata yang terdiri dari kaum petani dan budak. Kaum budak menempati
posisi terbawah dan tidak membayar pajak pada pemerintah. Jumlah kaum ini
pernah mencapai 30% dari populasi.



Invasi-invasi asing
Joseon menderita luka-luka
berat pada saat masa Invasi Jepang ke Korea tahun 1592-1598, Invasi
Dinasti Qing
tahun 1627 dan 1636. Banyak fasilitas yang
hancur dan rusak yang membuat perekonomian melemah.
Abad ke 19
Dalam abad ke 19, Korea
mencoba mengontrol pengaruh asing dengan menutup semua perbatasannya untuk
semua negara kecuali dengan Cina. Tahun 1853 sebuah kapal
perang
Amerika Serikat, USS
South America
,
berlabuh di Busan selama 10 hari dan
mengadakan kontak dengan pejabat-pejabat Korea. Beberapa orang Amerika pernah
terdampar di Korea karena kapal mereka tenggelam pada tahun 1855 dan 1865,
namun mendapat perlakuan yang baik dari orang Korea dan mereka dipulangkan ke
negara asal lewat Cina. Walau demikian Choson tetap waspada terhadap
pihak-pihak asing dan juga tetangga mereka, Dinasti
Qing
.
Invasi Perancis (1866)
Invasi Perancis ini terjadi karena pihak
Kerajaan yang melakukan pembantaian terhadap misionaris Katolik dari Perancis serta warga
Korea yang masuk Kristen. Kejadian ini membuat pasukan Perancis melancarkan
serangan pada musim gugur tahun 1866. Peperangan terjadi di Pulau
Ganghwa
di lepas pantai Incheon dan tentara Korea
berhasil dikalahkan oleh pasukan Perancis yang memakai persenjataan modern.
Peristiwa tahun 1866-1895
§
Pada tahun 1866, Jenderal Sherman (Amerika
Serikat
)
melakukan penculikan, pembunuhan dan perampokan terhadap warga pesisir pantai
Korea.
§
Pada tahun 1871, militer Amerika Serikat kembali
melancarkan serangan terhadap Korea dan menewaskan 350 orang. Peristiwa ini
disebut Sinmiyangyo
§
Tahun 1894-1895 Jepang memenangkan perang dengan Dinasti
Qing
pada Perang
Sino Jepang
yang membuat Jepang memaksa Korea membuka pelabuhannya
pada tahun 1876.
§
Pada tahun 1895 Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata
Jepang [19]
Kekaisaran Han Raya
Pada tahun 1897, Dinasti
Joseon
beralih menjadi Kekaisaran Han Raya dengan Kaisar
Gojong
sebagai pemimpinnya. Pada tanggal 25 Juli
1905 secara efektif Korea sudah berada dalam wilayah prektorat Jepang dengan
paksaan tanpa adanya perjanjian dan persetujuan dari Raja Gojong.


Penjajahan Jepang
Pada tahun 1910 Jepang
secara efektif menduduki Korea dalam Perjanjian
Aneksasi Jepang-Korea
. Perjanjian ini dipakai oleh Jepang tanpa
menghiraukan kemarahan rakyat Korea yang tidak menyetujui perjanjian yang tidak
disahkan oleh Raja Gojong tersebut.
Korea diduduki Jepang
dengan bentuk kepemimpinan Gubernur
Jenderal Korea
sampai tahun 1945 ketika Jepang menyerah
kepada tentara sekutu.
Jaringan transportasi dan komunikasi dibangun di seluruh wilayah
negeri oleh pemerintahan kolonial Jepang dan mengarah pada eksploitasi rakyat
Korea. Hanya sedikit manfaat yang didapat rakyat Korea dari modernisasi ini,
karena semua fasilitas hanya dibuat untuk melancarkan kepentingan dan
perdagangan Jepang. Beberapa kejahatan penjajahan Jepang atas Korea:
§
Meruntuhkan Gyeongbokgung
§
Mengenakan pajak tinggi terhadap hasil
pertanian serta mengekspornya ke Jepang yang menyebabkan bencana kelaparan bagi rakyat Korea.
§
Menyiksa dan membunuh warga yang menolak membayar pajak
§
Kerja paksa membangun jalan dan pertambangan
§
Perbudakan seks terhadap wanita Korea [20]
§
Mengirimkan pekerja ke teritori Jepang lain untuk kerja
paksa
Spekulasi wafatnya Raja
Gojong
bulan Januari 1919 karena diracuni oleh mata-mata Jepang membuat rakyat melakukan
aksi protes secara damai di seluruh negeri pada tanggal 1
Maret
1919, peristiwa ini disebut Pergerakan 1 Maret. Dalam peristiwa ini
tentara dan polisi Jepang membunuh hampir 7000 orang Korea. [21]
Setidaknya 2 juta orang
ikut ambil bagian dalam pergerakan ini (Jepang mengklaim kurang dari 500 ribu
orang). Banyak warga Kristen Korea juga terbunuh oleh tentara Jepang, termasuk
sebuah desa bernama Jeamri yang seluruh penduduknya
dibinasakan oleh Jepang karena mendukung perjuangan kemerdekaan. Pergerakan 1
Maret ini telah menginspirasi pidato Presiden Amerika Serikat, Woodrow
Wilson
yang mendeklarasikan kebebasan hak asasi
manusia.
Pemerintahan Provisional
Republik Korea diresmikan di Shanghai, Cina setelah terjadinya Pergerakan 1 Maret untuk memperjuangkan
kemerdekaan Korea. Pemerintahan provisional dianggap sebagai pemerintahan de
jure dari rakyat Korea dari tahun 1919 sampai 1948.
Sentimen anti Jepang di
Korea terus mencuat, seperti pada peristiwa protes mahasiswa di seluruh Korea
pada bulan November 1929 yang membuat pengetatan peraturan militer tahun 1931.
Kurikulum sekolah dimodifikasi untuk menghilangkan pengajaran dalam bahasa
Korea. Sekolah juga dilarang untuk mengajarkan murid-muridnya mengenai sejarah
Korea. Orang Korea dipaksa untuk mengadopsi nama orang Jepang [22] Dalam perang dunia ke II,
banyak pula warga Korea yang dipaksa untuk menyokong usaha perang tentara Jepan]
: Pembagian
Korea

Pembagian Korea menjadi Korea
Utara
dan Korea
Selatan
bermula sejak kemenangan Blok Sekutu di dalam Perang
Dunia II
,
mengakhiri 35 tahun Penjajahan Jepang atas
Korea
.
Di dalam sebuah proposal yang ditolak oleh hampir seluruh bangsa Korea, Amerika
Serikat
dan Uni
Soviet
setuju untuk sementara menduduki negara Korea
sebagai wilayah
perwalian
dengan
zona pengawasan yang didemarkasi pada sepanjang 38 derajat lintang utara. Tujuan perwalian ini
adalah untuk mendirikan pemerintah sementara Korea yang akan menjadi
"bebas dan merdeka pada waktunya."[24] Meskipun pemilihan umum
dijadwalkan, dua adidaya mendukung dari belakang para pemimpin yang
berseberangan dan dua negara itu secara efektif telah didirikan, masing-masing
mengakui kedaulatan atas seluruh Semenanjung
Korea
.
Lihat Sejarah
Korea Utara
and Sejarah Korea Selatan setelah berakhirnya masa
perang.
Penjajahan Jepang di Korea

Korea pernah menjadi sebagian
wilayah Kekaisaran
Jepang
mulai tahun 1910 hingga tahun 1945.
Keterlibatan Jepangbermula dengan Perjanjian
Ganghwa
tahun 1876 ketika Dinasti
Joseon
Korea dan meningkatnya serentetan pembunuhan Ratu
Myeongseong
di tangan agen-agen Jepang pada tahun 1895,
lalu berpuncak dengan Perjanjian
Eulsa
tahun 1905 dan Perjanjian
Aneksasi
tahun 1910, yang kedua-duanya akhirnya
dinyatakan "batal dan tidak sah" oleh kedua belah pihak (Jepang dan
Korea Selatan) pada tahun 1965. Sepanjang tempo ini, meskipun Jepang membangun
jaringan jalan raya dan komunikasi modern, kehidupan rakyat biasa Korea amat
keras.[1]
Penjajahan Jepang terhadap
Korea berakhir dengan penyerahan
Jepang
kepada Blok Sekutu pada tahun 1945 pada akhir Perang
Dunia II
. Semenanjung Korea kemudian dibagi atas Korea
Utara
dan Selatan. Zaman pendudukan ini
meninggalkan pertentanganyang terus-menerus antara
Jepang dan kedua pihak Korea.
Di Korea, zaman ini disebut Zaman Pendudukan Jepang (일제 강점기; Ilje gangjeomgi) atau Zaman Kekaisaran Jepang (일제시대, Ilje sidae), kadang-kadang juga Wae jeong (Hangul: 왜정, Hanja: 倭政), atau "administrasi
Jepang". Di Jepang, zaman ini dipanggil Korea di bawah pemerintahan
Jepang (日本統治時代の朝鮮).

Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/Nihon, nama
resmi: Nipponkoku/Nihonkoku


dengarkan (bantuan·info)) adalah
sebuah negara
kepulauan
di Asia
Timur
. Letaknya di ujung barat Samudra
Pasifik
, di sebelah timur Laut
Jepang
, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia.
Pulau-pulau paling utara berada di Laut
Okhotsk
, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil diLaut
Cina Timur
, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.
Jepang terdiri dari 6.852 pulau[9] yang membuatnya merupakan suatu kepulauan.
Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido,Honshu (pulau
terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar
97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar
pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung
berapi
. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung
Fuji
yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128
juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di
dunia
. Tokyo secara de facto adalah ibu kota
Jepang
, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo
Raya
adalah
sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo
Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang.
Menurut mitologi
tradisional
, Jepang didirikan oleh Kaisar
Jimmu
pada abad
ke-7 SM
. Kaisar Jimmu memulai mata rantai monarki
Jepang
yang tidak terputus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang
sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan
anggota-anggota istana, shogun, pihak
militer, dan memasuki zaman modern, di tangan perdana
menteri
. Menurut Konstitusi
Jepang
tahun
1947, Jepang adalah negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Kaisar
Jepang
dan Parlemen
Jepang
.
Sebagai negara
maju
di bidang
ekonomi,[10] Jepang memiliki produk domestik bruto terbesar nomor dua setelah Amerika
Serikat
, dan masuk dalam urutan tiga besar dalam keseimbangan kemampuan
berbelanja
. Jepang adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, G8,OECD, dan APEC. Jepang
memiliki kekuatan militer yang memadai lengkap dengan sistem pertahanan moderen
seperti AEGIS serta suat armada besar kapal
perusak
. Dalam perdagangan luar negeri, Jepang berada di peringkat ke-4 negara pengekspor terbesar dan peringkat ke-6 negara pengimpor terbesar di dunia. Sebagai negara
maju
, penduduk Jepang memiliki standar
hidup
yang
tinggi (peringkat ke-8 dalamIndeks
Pembangunan Manusia
) dan angka harapan hidup tertinggi di dunia menurut perkiraan
PBB.[11] Dalam bidang teknologi, Jepang adalah negara maju di bidang
telekomunikasi, permesinan, dan robotika.
Etimologi
Jepang disebut Nippon atau Nihon dalam bahasa Jepang. Kedua
kata ini ditulis dengan huruf kanji yang sama, yaitu 日本 (secara harfiah:
asal-muasal matahari). Sebutan Nippon sering digunakan dalam urusan resmi,
termasuk nama negara dalam uang Jepang, prangko, dan
pertandingan olahraga internasional. Sementara itu, sebutan Nihon digunakan dalam urusan tidak resmi
seperti pembicaraan sehari-hari.
Kata Nippon dan Nihon berarti "negara/negeri matahari
terbit". Nama ini disebut dalam korespondensi Kekaisaran Jepang dengan Dinasti Sui di Cina, dan merujuk kepada letak Jepang yang berada di sebelah
timur daratan Cina. Sebelum Jepang memiliki hubungan dengan Cina, negara ini
dikenal sebagai Yamato (大和).[12] Di Cina pada zaman Tiga Negara, sebutan
untuk Jepang adalah negara Wa (倭).
Dalam bahasa Cina dialek Shanghai yang termasuk salah satu dialek Wu, aksara Cina 日本 dibaca sebagai Zeppen ([zəʔpən]). Dalam
dialek Wu, aksara 日 secara
tidak resmi dibaca sebagai [niʔ] sementara
secara resmi dibaca sebagai [zəʔ]. Dalam beberapa dialek Wu Selatan, 日本 dibaca
sebagai [niʔpən] yang
mirip dengan nama dalam bahasa Jepang.
Kata Jepang dalam bahasa Indonesia kemungkinan berasal dari bahasa Cina, tepatnya bahasa Cina dialek Wu tersebut. Bahasa Melayu kuno juga menyebut negara ini sebagai Jepang (namun ejaan bahasa Malaysia sekarang: Jepun).
Kata Jepang dalam bahasa Melayu ini kemudian dibawa ke Dunia Barat oleh
pedagang Portugis, yang
mengenal sebutan ini ketika berada di Malaka pada abad
ke-16. Mereka lah yang pertama kali memperkenalkan nama bahasa Melayu tersebut
ke Eropa. Dokumen tertua dalam bahasa Inggris yang menyebut tentang Jepang
adalah sepucuk surat dari tahun 1565, yang di dalamnya bertuliskan kata Giapan.[13
Prasejarah
Sejarah Jepang
Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Jepang
telah dihuni manusia purba setidaknya 600.000 tahun
yang lalu, pada masa Paleolitik Bawah. Setelah beberapa zaman es yang terjadi pada masa
jutaan tahun yang lalu, Jepang beberapa kali terhubung dengan daratan Asia
melalui jembatan darat (dengan Sakhalin di utara, dan
kemungkinan Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan perpindahan
manusia, hewan, dan tanaman ke kepulauan Jepang dari wilayah yang
kini merupakan Republik Rakyat Cina dan Korea. Zaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan
bebatuan yang telah dipoles yang pertama di dunia, sekitar tahun 30.000 SM.
Dengan berakhirnya zaman es terakhir dan datangnya periode yang
lebih hangat, kebudayaan Jomonmuncul pada sekitar 11.000 SM, yang bercirikan
gaya hidup pemburu-pengumpul semi-sedenter Mesolitikhingga Neolitik dan pembuatan kerajinan tembikar terawal di dunia. Diperkirakan bahwa penduduk
Jomon merupakan nenek moyang suku Proto-Jepang dan suku Ainu masa kini.
Dimulainya periode Yayoi pada sekitar 300 SM menandai kehadiran teknologi-teknologi baru
seperti bercocok tanam padi di sawah yang berpengairandan
teknik pembuatan perkakas dari besi dan perunggu yang dibawa serta migran-migran dari Cina atau
Korea.
Dalam sejarah Cina, orang Jepang pertama kali disebut dalam naskah
sejarah klasik, Buku Han yang ditulis tahun 111. Setelah periode Yayoi disebut periode Kofun pada sekitar tahun250, yang bercirikan didirikannya negeri-negeri
militer yang kuat. Menurut Catatan Sejarah Tiga Negara, negara paling berjaya di kepulauan Jepang
waktu itu adalah Yamataikoku.
[sunting]Zaman Klasik
Bagian sejarah Jepang meninggalkan dokumen tertulis dimulai pada abad ke-5 dan abad ke-6 Masehi, saat sistem tulisan Cina, agama Buddha,
dan kebudayaan Cina lainnya dibawa masuk ke Jepang dari Kerajaan Baekje di Semenanjung Korea.

Perkembangan selanjutnya Buddhisme di Jepang dan seni ukir rupang sebagian besar dipengaruhi oleh Buddhisme
Cina.[14] Walaupun awalnya kedatangan agama Buddha ditentang penguasa yang menganut Shinto, kalangan yang berkuasa akhirnya ikut memajukan agama Buddha di Jepang, dan menjadi
agama yang populer di Jepang sejak zaman Asuka.[15]
Melalui perintah Reformasi Taika pada tahun 645, Jepang menyusun ulang sistem pemerintahannya
dengan mencontoh dari Cina. Hal ini membuka jalan bagi filsafat Konfusianisme Cina untuk menjadi dominan di Jepang hingga abad ke-19.
Periode Nara pada abad ke-8 menandai sebuah negeri Jepang dengan kekuasaan
yang tersentralisasi. Ibu kota dan istana kekaisaran berada diHeijo-kyo (kini Nara). Pada zaman Nara, Jepang secara terus menerus mengadopsi praktik
administrasi pemerintahan dari Cina. Salah satu pencapaian terbesar sastra
Jepang pada zaman Nara adalah selesainya buku sejarah Jepang yang disebut Kojiki (712) dan Nihon Shoki (720).[16]

Pada tahun 784, Kaisar Kammu memindahkan ibu kota ke Nagaoka-kyō, dan berada di sana hanya selama 10 tahun.
Setelah itu, ibu kota dipindahkan kembali ke Heian-kyō (kini Kyoto). Kepindahan ibu kota ke Heian-kyō mengawali periode Heian yang merupakan masa keemasan kebudayaan klasik
asli Jepang, terutama di bidang seni, puisi dan sastra Jepang. Hikayat Genji karya Murasaki Shikibu dan lirik lagu kebangsaan Jepang Kimi ga Yo berasal dari periode Heian.[17]
[sunting]Zaman Pertengahan
Abad pertengahan di Jepang merupakan zaman feodalisme yang ditandai oleh perebutan kekuasaan
antarkelompok penguasa yang terdiri dari ksatria yang disebut samurai. Pada tahun 1185, setelah menghancurkan klan Taira yang merupakan klan saingan klan Minamoto, Minamoto no Yoritomo diangkat sebagai shogun, dan menjadikannya pemimpin militer yang
berbagi kekuasaan dengan Kaisar. Pemerintahan militer yang didirikan Minamoto
no Yoritomo disebutKeshogunan Kamakura karena pusat pemerintahan berada di Kamakura (di sebelah selatan Yokohama masa kini). Setelah wafatnya Yoritomo, klan Hōjō membantu keshogunan sebagai shikken, yakni semacam adipati bagi para shogun. Keshogunan Kamakura berhasil
menahan serangan Mongol dari wilayah Cina kekuasaan Mongol pada tahun
1274 dan 1281. Meskipun secara politik terbilang stabil, Keshogunan Kamakura
akhirnya digulingkan oleh Kaisar Go-Daigo yang memulihkan kekuasaan di tangan kaisar.
Kaisar Go-Daigo akhirnya digulingkan Ashikaga Takauji pada 1336.[18] Keshogunan Ashikaga gagal membendung kekuatan penguasa militer dan
tuan tanah feodal (daimyo)
dan pecah perang saudara pada tahun 1467 (Perang Ōnin) yang mengawali masa satu abad yang diwarnai
peperangan antarfaksi yang disebut masa negeri-negeri saling berperang atau periode Sengoku.[19]
Pada abad ke-16,
para pedagang dan misionaris Serikat Yesuit dari Portugal tiba untuk pertama kalinya di Jepang, dan mengawali
pertukaran perniagaan dan kebudayaan yang aktif antara Jepang dan Dunia Barat (Perdagangan dengan Nanban). Orang Jepang menyebut orang asing dari Dunia Barat sebagai namban yang berarti orang barbar dari selatan.

Oda Nobunaga menaklukkan daimyo-daimyo pesaingnya dengan
memakai teknologi Eropa dan senjata api.
Nobunaga hampir berhasil menyatukan Jepang sebelum tewas terbunuh dalam Peristiwa Honnōji 1582. Toyotomi Hideyoshi menggantikan Nobunaga, dan mencatatkan dirinya sebagai pemersatu
Jepang pada tahun 1590. Hideyoshi berusaha menguasai Korea, dan dua kali
melakukan invasi ke Korea, namun gagal setelah kalah dalam pertempuran
melawan pasukan Korea yang dibantu kekuatan Dinasti Ming. Setelah Hideyoshi wafat, pasukan Hideyoshi
ditarik dari Semenanjung Korea pada tahun 1598.[20]
Sepeninggal Hideyoshi, putra Hideyoshi yang bernama Toyotomi Hideyori mewarisi kekuasaan sang ayah. Tokugawa Ieyasu memanfaatkan posisinya sebagai adipati bagi
Hideyori untuk mengumpulkan dukungan politik dan militer dari daimyo-daimyo
lain. Setelah mengalahkan klan-klan pendukung Hideyori dalam Pertempuran Sekigahara tahun 1600, Ieyasu diangkat sebagai shogun pada tahun 1603.
Pemerintahan militer yang didirikan Ieyasu di Edo (kini Tokyo) disebut Keshogunan Tokugawa. Keshogunan Tokugawa curiga terhadap kegiatan misionaris Katolik, dan melarang segala hubungan dengan
orang-orang Eropa. Hubungan perdagangan dibatasi hanya dengan pedagang Belanda di Pulau Dejima,Nagasaki. Pemerintah
Tokugawa juga menjalankan berbagai kebijakan seperti undang-undang buke shohatto untuk mengendalikan daimyo di daerah. Pada tahun
1639, Keshogunan Tokugawa mulai menjalankan kebijakan sakoku ("negara tertutup") yang berlangsung
selama dua setengah abad yang disebut periode Edo. Walaupun menjalani periode isolasi, orang
Jepang terus mempelajari ilmu-ilmu dari Dunia Barat. Di Jepang, ilmu dari
buku-buku Barat disebut rangaku (ilmu belanda) karena
berasal dari kontak orang Jepang dengan enklave orang Belanda di Dejima,
Nagasaki. Pada periode Edo, orang Jepang juga memulai studi tentang Jepang, dan
menamakan "studi nasional" tentang Jepang sebagai kokugaku.[21]
ZAMAN Modern.
Pada 31 Maret 1854, kedatangan Komodor Matthew Perry dan "Kapal Hitam" Angkatan Laut Amerika Serikat memaksa Jepang untuk membuka diri terhadap Dunia Barat melalui Persetujuan Kanagawa. Persetujuan-persetujuan selanjutnya dengan negara-negara Barat
pada masa Bakumatsu membawa Jepang ke dalam
krisis ekonomi dan politik. Kalangan samurai menganggap Keshogunan Tokugawa
sudah melemah, dan mengadakan pemberontakan hingga pecah Perang Boshin tahun 1867-1868. Setelah Keshogunan Tokugawa ditumbangkan,
kekuasaan dikembalikan ke tangan kaisar (Restorasi Meiji) dan sistem domain dihapus. Semasa Restorasi Meiji, Jepang mengadopsi sistem politik, hukum,
dan militer dari Dunia Barat. Kabinet Jepang mengatur Dewan Penasihat Kaisar, menyusun Konstitusi Meiji, dan membentuk Parlemen Kekaisaran. Restorasi Meiji mengubah Kekaisaran Jepang menjadi negara industri modern dan sekaligus
kekuatan militer dunia yang menimbulkan konflik militer ketika berusaha
memperluas pengaruh teritorial di Asia. Setelah mengalahkan Cina dalamPerang Sino-Jepang dan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang, Jepang menguasai Taiwan, separuh dari Sakhalin, dan Korea.[22]
Pada awal abad ke-20,
Jepang mengalami "demokrasi Taisho" yang dibayang-bayangi bangkitnya ekspansionisme dan militerisme Jepang. Semasa Perang Dunia I, Jepang berada di pihak Sekutu yang menang, sehingga
Jepang dapat memperluas pengaruh dan wilayah kekuasaan. Jepang terus
menjalankan politik ekspansionis dengan menduduki Manchuria pada tahun 1931. Dua tahun kemudian, Jepang
keluar dari Liga Bangsa-Bangsa setelah mendapat kecaman internasional atas pendudukan Manchuria. Pada tahun 1936, Jepang menandatangani Pakta Anti-Komintern dengan Jerman Nazi,
dan bergabung bergabung bersama Jerman dan Italia membentuk Blok Porospada tahun 1941[23]
Pada tahun 1937, invasi Jepang ke Manchuria memicu terjadinya Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945) yang membuat Jepang dikenakan embargo minyak oleh Amerika Serikat[24]Pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan
Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor,
dan menyatakan perang terhadap Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Serangan Pearl Harbor menyeret AS ke dalam Perang Dunia II. Setelah kampanye militer yang panjang di Samudra Pasifik, Jepang kehilangan wilayah-wilayah yang
dimilikinya pada awal perang. Amerika Serikat melakukan pengeboman strategis
terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota besar lainnya. Setelah AS
menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 (Hari Kemenangan atas Jepang).[25]
Perang membawa penderitaan bagi rakyat Jepang dan rakyat di
wilayah jajahan Jepang. Berjuta-juta orang tewas di negara-negara Asia yang
diduduki Jepang di bawah sloganKemakmuran Bersama Asia. Hampir semua industri dan infrastruktur di Jepang hancur akibat
perang. Pihak Sekutu melakukan repatriasi besar-besaran etnik Jepang dari negara-negara Asia yang pernah diduduki
Jepang.[26] Pengadilan Militer
Internasional untuk Timur Jauh
yang diselenggarakan pihak Sekutu mulai 3 Mei 1946 berakhir dengan
dijatuhkannya hukuman bagi sejumlah pemimpin Jepang yang terbukti bersalah
melakukan kejahatan perang.


Pada tahun 1947, Jepang memberlakukan Konstitusi Jepang yang baru. Berdasarkan konstitusi baru, Jepang
ditetapkan sebagai negara yang menganut paham pasifisme dan mengutamakan praktik demokrasi liberal. Pendudukan AS terhadap Jepang secara resmi
berakhir pada tahun 1952 dengan ditandatanganinya Perjanjian San Francisco.[27] Walaupun demikian, pasukan AS tetap
mempertahankan pangkalan-pangkalan penting di Jepang, khususnya di Okinawa. Perserikatan Bangsa-Bangsa secara secara resmi menerima Jepang sebagai anggota pada tahun
1956.
Seusai Perang Dunia II, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan menempatkan Jepang sebagai
kekuatan ekonomi terbesar nomor dua di dunia, dengan rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 10% per tahun selama empat dekade. Pesatnya pertumbuhan
ekonomi Jepang berakhir pada awal tahun 1990-an setelah jatuhnya ekonomi gelembung.[28]
Pemerintah Jepang
Jepang menganut sistem negara monarki konstitusional yang sangat membatasi kekuasaan Kaisar Jepang. Sebagai kepala negara seremonial, kedudukan
Kaisar Jepang diatur dalamkonstitusi sebagai "simbol negara dan pemersatu
rakyat". Kekuasaan pemerintah berada di tangan Perdana Menteri Jepang dan anggota terpilih Parlemen Jepang, sementara kedaulatan sepenuhnya berada di
tangan rakyat Jepang.[29] Kaisar Jepang bertindak sebagai kepala negara dalam urusan diplomatik.
Parlemen Jepang adalah parlemen dua kamar yang dibentuk mengikuti sistem
Inggris. Parlemen Jepang terdiri dari Majelis Rendah dan Majelis Tinggi. Majelis Rendah Jepang terdiri dari 480 anggota dewan. Anggota majelis
rendah dipilih secara langsung oleh rakyat setiap 4 tahun sekali atau setelah
majelis rendah dibubarkan. Majelis Tinggi Jepang terdiri dari 242 anggota dewan
yang memiliki masa jabatan 6 tahun, dan dipilih langsung oleh rakyat.
Warganegara Jepang berusia 20 tahun ke atas memiliki hak untuk memilih.[10]
Kabinet Jepang beranggotakan Perdana Menteri dan para menteri. Perdana Menteri adalah salah seorang anggota
parlemen dari partai mayoritas di Majelis Rendah. Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa di Jepang sejak 1955, kecuali
pada tahun 1993. Pada tahun itu terbentuk pemerintahan koalisi yang hanya berumur singkat dengan partai oposisi. Partai oposisi
terbesar di Jepang adalah Partai Demokratik Jepang.[30]
Perdana Menteri Jepang adalah kepala pemerintahan. Perdana Menteri diangkat melalui pemilihan di antara anggota
Parlemen.[31] Bila Majelis Rendah dan Majelis Tinggi
masing-masing memiliki calon perdana menteri, maka calon dari Majelis Rendah
yang diutamakan. Pada praktiknya, perdana menteri berasal dari partai mayoritas
di parlemen. Menteri-menteri kabinet diangkat oleh Perdana Menteri. Kaisar
Jepang mengangkat Perdana Menteri berdasarkan keputusan Parlemen Jepang[32], dan memberi persetujuan atas
pengangkatan menteri-menteri kabinet.[33] Perdana Menteri memerlukan dukungan dan
kepercayaan dari anggota Majelis Rendah untuk bertahan sebagai Perdana Menteri.
[
Keluarga kekaisaran
Jepang

Kaisar Akihito adalah Kaisar Jepang
yang sekarang. Kaisar Akihito naik takhta sebagai kaisar ke-125 setelah
ayahandanya, Kaisar Hirohitomangkat
pada 7 Januari 1989. Upacara kenaikan tahta Kaisar Akihito dilangsungkan pada
12 November 1990.[34] Putra Mahkota Naruhito, menikah dengan Putri Mahkota Masako yang berasal dari kalangan rakyat biasa, dan
dikaruniai anak perempuan bernama Aiko (Putri Toshi). Adik dari Putra Mahkota Naruhito bernama Pangeran Akishino, menikah dengan Kiko Kawashima yang juga berasal dari rakyat biasa. Pangeran
Akishino memiliki dua anak perempuan (Putri Mako dan Putri Kako), serta anak laki-laki bernama Pangeran Hisahito.
Geografi
Jepang memiliki lebih dari 3.000 pulau yang terletak di pesisir Lautan Pasifik di timur benua Asia. Istilah Kepulauan Jepang merujuk kepada empat pulau besar, dari utara ke
selatan, Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu, serta Kepulauan Ryukyu yang berada di selatan Kyushu. Sekitar 70%
hingga 80% dari wilayah Jepang terdiri dari pegunungan yang berhutan-hutan,[35][36] dan cocok untuk pertanian, industri, serta
permukiman. Daerah yang curam berbahaya untuk dihuni karena risiko tanah
longsor akibat gempa bumi, kondisi tanah yang lunak, dan hujan lebat. Oleh
karena itu, permukiman penduduk terpusat di kawasan pesisir. Jepang termasuk
salah satu negara berpenduduk terpadat di dunia.[37]
Gempa bumi berkekuatan rendah dan sesekali letusan gunung berapi
sering dialami Jepang karena letaknya di atas Lingkaran Api Pasifik di pertemuan tiga lempeng tektonik. Gempa bumi yang merusak sering
menyebabkan tsunami. Setiap abadnya, di
Jepang terjadi beberapa kali tsunami.[38] Gempa bumi besar yang terjadi akhir-akhir ini di Jepang adalah Gempa bumi Chūetsu 2004 dan Gempa bumi besar Hanshin tahun 1995. Keadaan geografi menyebabkan Jepang memiliki banyak sumber mata air panas, dan sebagian besar di antaranya telah dibangun
sebagai daerah tujuan wisata.[39]
Jepang berada di kawasan beriklim sedang dengan pembagian empat
musim yang jelas. Walaupun demikian, terdapat perbedaan iklim yang mencolok
antara wilayah bagian utara dan wilayah bagian selatan.[40] Pada musim dingin, Jepang bagian utara seperti Hokkaido mengalami
musim salju, namun sebaliknya wilayah Jepang bagian selatan beriklim subtropis.
Iklim juga dipengaruhi tiupan angin musim yang bertiup dari benua Asia ke Lautan Pasifik pada musim dingin, dan sebaliknya pada musim panas.
Iklim Jepang terbagi atas enam zona iklim:
§ Hokkaido: Kawasan paling utara beriklim sedang dengan
musim dingin yang panjang dan membekukan, serta musim panas yang sejuk. Presipitasi tidak besar, namun salju banyak turun ketika
musim dingin.
§ Laut Jepang: Di pantai barat Pulau Honshu, tiupan angin
dari barat laut membawa salju yang sangat lebat. Pada musim panas, kawasan ini lebih sejuk dibandingkan kawasan
Pasifik. Walaupun demikian, suhu di kawasan ini kadangkala dapat menjadi sangat
tinggi akibat fenomena angin fohn.
§ Dataran Tinggi Tengah: Wilayah ini beriklim pedalaman dengan perbedaan suhu rata-rata musim panas-musim dingin yang sangat mencolok. Perbedaan suhu antara
malam hari dan siang hari juga sangat mencolok.
§ Laut Pedalaman Seto: Barisan pegunungan di wilayah Chugoku dan Shikoku menghalangi jalur tiupan angin musim, sehingga
kawasan ini sepanjang tahun beriklim sedang.
§ Samudra Pasifik: Kawasan pesisir bagian timur Jepang mengalami
musim dingin yang sangat dingin, namun tidak banyak turun salju. Sebaliknya,
musim panas menjadi begitu lembap akibat tiupan angin musim dari tenggara.
§ Kepulauan Ryukyu: Kepulauan di barat daya Jepang termasuk
Kepulauan Ryukyu beriklim subtropis, hangat sewaktu musim dingin dan suhu yang
tinggi sepanjang musim panas. Presipitasi sangat tinggi, terutama selama musim
hujan. Taifun sangat sering terjadi.
Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Jepang adalah 40,9 °C
(105,6 °F) pada 16 Agustus 2007.[41]
Musim hujan dimulai lebih awal di
Okinawa, yakni sejak awal Mei. Garis depan musim hujan bergerak ke utara, namun
berakhir di Jepang utara sebelum mencapai Hokkaido. Di sebagian besar wilayah
Honshu, awal musim hujan dimulai pertengahan Juni dan berlangsung selama enam
minggu. Taifun sering terjadi sepanjang September dan Oktober. Penyebabnya
adalah tekanan tropis di garis khatulistiwa yang bergerak dari barat daya ke
timur laut, dan sering membawa hujan yang sangat lebat.[40]
Hubungan luar negeri
Jepang
, Pasukan Bela Diri Jepang, dan Kementerian Pertahanan (Jepang)
Jepang memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Amerika Serikat, dan menjalankan kebijakan luar negeri berdasarkan pakta keamanan
Jepang-AS
.[42] Sejak diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1956, Jepang telah sepuluh kali menjadi anggota tidak
tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk tahun 2009-2010.[43] Jepang adalah salah satu negara G4 yang sedang mengusulkan perluasan anggota tetap Dewan Keamanan
PBB.[44] Sebagai negara anggota G8, APEC, ASEAN Plus 3, dan peserta Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur, Jepang aktif dalam hubungan internasional dan
mempererat persahabatan Jepang dengan negara-negara lain di seluruh dunia.
Pakta pertahanan dengan Australia ditandatangani pada
Maret 2007,[45] dan dengan India pada Oktober 2008.[46] Pada tahun 2007, Jepang adalah negara donor Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) terbesar kelima di dunia.[47] Negara penerima bantuan ODA terbesar dari Jepang
adalah Indonesia, dengan total bantuan lebih dari AS$29,5 miliar dari tahun
1960 hingga 2006.[48]
Jepang bersengketa dengan Rusia mengenai Kepulauan Kuril[49] dan dengan Korea Selatan mengenai Batu Liancourt[50]. Kepulauan Senkaku yang di bawah pemerintahan Jepang
dipermasalahkan oleh Republik Rakyat Cina dan Taiwan.[51]
Pasal 9 Konstitusi Jepang berisi penolakan terhadap perang dan penggunaan kekuatan
bersenjata untuk menyelesaikan persengketaan internasional. Pasal 9 Ayat 2
berisi pelarangan kepemilikan angkatan bersenjata dan penolakan atas hak
keterlibatan dalam perang.[52][53] Jepang memiliki Pasukan Bela Diri yang berada di bawah Kementerian Pertahanan, dan terdiri dari Angkatan Darat Bela Diri Jepang (JGSDF), Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF), dan Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF). Pada tahun 1991, kapal penyapu ranjauAngkatan Laut Bela Diri Jepang ikut membersihkan ranjau laut di Teluk Persia (lepas pantai Kuwait) bersama kapal penyapu ranjau dari delapan negara.[54][55] Atas permintaanPemerintahan Transisi PBB di Kamboja (1992-1993), Jepang mengirimkan pengamat
gencatan senjata, pemantau pemilihan umum, polisi sipil, dan dukungan logistik
seperti perbaikan jalan dan jembatan.[56] Di Irak, pasukan nontempur Jepang membantu misi kemanusiaan dan kegiatan
rekonstruksi infrastruktur mulai Desember 2003 hingga Februari 2009.[57][58][59]












Jepang terdiri dari 47 prefektur yang masing-masing diperintah oleh gubernur
bersama dewan legislatif daerah. Dari utara ke selatan, prefektur-prefektur ini
adalah:
1.
Hokkaido
2.
Aomori
3.
Iwate
4.
Miyagi
5.
Akita
6.
Yamagata
7.
Fukushima
8.
Ibaraki
9.
Tochigi
10.
Gunma
11.
Saitama
12.
Chiba
13.
Tokyo
14.
Kanagawa
15.
Niigata
16.
Toyama
17.
Ishikawa
18.
Fukui
19.
Yamanashi
20.
Nagano
21.
Gifu
22.
Shizuoka
23.
Aichi
24.
Mie
25.
Shiga
26.
Kyoto
27.
Osaka
28.
Hyogo
29.
Nara
30.
Wakayama
31.
Tottori
32.
Shimane
33.
Okayama
34.
Hiroshima
35.
Yamaguchi
36.
Tokushima
37.
Kagawa
38.
Ehime
39.
Kochi
40.
Fukuoka
41.
Saga
42.
Nagasaki
43.
Kumamoto
44.
Oita
45.
Miyazaki
46.
Kagoshima
47.
Okinawa
Dalam pembagian wilayah menurut letak geografis, Jepang dibagi
menjadi 10 wilayah, yakni: Hokkaido, Tohoku, Hokuriku, Kanto, Chubu,Kansai (Kinki), Chugoku, Shikoku, Kyushu, dan Kepulauan Ryukyu.
Ekonomi Jepang

Sejak periode Meiji (1868-1912), Jepang
mulai menganut ekonomi pasar bebas dan mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Serikat. Sistem
pendidikan Barat diterapkan di Jepang, dan ribuan orang Jepang dikirim ke
Amerika Serikat dan Eropa untuk belajar. Lebih dari 3.000 orang Eropa dan
Amerika didatangkan sebagai tenaga pengajar di Jepang.[60] Pada awal periode Meiji, pemerintah membangun
jalan kereta api, jalan raya, dan memulai reformasi kepemilikan tanah.
Pemerintah membangun pabrik dan galangan kapal untuk dijual kepada swasta
dengan harga murah. Sebagian dari perusahaan yang didirikan pada periode Meiji
berkembang menjadi zaibatsu,
dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga kini.[60]
Pertumbuhan ekonomi riil dari tahun 1960-an hingga 1980-an sering
disebut "keajaiban ekonomi Jepang", yakni rata-rata 10% pada tahun 1960-an, 5%
pada tahun 1970-an, dan 4% pada tahun 1980-an.[60] Dekade 1980-an merupakan masa keemasan ekspor
otomotif dan barang elektronik ke Eropa dan Amerika Serikat sehingga terjadi
surplus neraca perdagangan yang mengakibatkan konflik perdagangan. Setelah
ditandatanganinya Perjanjian Plaza 1985, dolar AS mengalami depresiasi terhadap
yen. Pada Februari 1987, tingkat diskonto resmi diturunkan hingga 2,5% agar
produk manufaktur Jepang bisa kembali kompetitif setelah terjadi kemerosotan
volume ekspor akibat menguatnya yen. Akibatnya, terjadi surplus likuiditas dan penciptaan uang dalam jumlah besar. Spekulasi menyebabkan harga saham dan realestat terus meningkat, dan
berakibat pada penggelembungan harga aset. Harga tanah terutama menjadi sangat tinggi
akibat adanya "mitos tanah" bahwa harga tanah tidak akan jatuh.[28] Ekonomi gelembung Jepang jatuh pada awal tahun
1990-an akibat kebijakan uang ketat yang dikeluarkanBank of Japan pada 1989, dan kenaikan tingkat diskonto resmi
menjadi 6%.[28] Pada 1990, pemerintah mengeluarkan sistem baru
pajak penguasaan tanah dan bank diminta untuk membatasi pendanaan aset
properti. Indeks rata-rata Nikkei dan harga tanah jatuh pada Desember 1989 dan musim gugur 1990.[28] Pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi pada
1990-an, dengan angka rata-rata pertumbuhan ekonomi riil hanya 1,7% sebagai
akibat penanaman modal yang tidak efisien dan penggelembungan harga aset pada
1980-an. Institusi keuangan menanggung kredit bermasalah karena telah mengeluarkan pinjaman uang dengan
jaminan tanah atau saham. Usaha pemerintah mengembalikan pertumbuhan ekonomi
hanya sedikit yang berhasil dan selanjutnya terhambat oleh kelesuan ekonomi
global
pada tahun 2000.[61]
Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat,[62] dengan PDB nominal sekitar AS$4,5 triliun.[62], dan perekonomian terbesar ke-3 di dunia
setelah AS dan Republik Rakyat Cina dalam keseimbangan kemampuan berbelanja.[63] Industri utama Jepang adalah sektor perbankan, asuransi, realestat, bisnis eceran, transportasi,telekomunikasi, dan konstruksi.[64] Jepang memiliki industri berteknologi tinggi di
bidang otomotif, elektronik, mesin perkakas, baja dan logam non-besi, perkapalan, industri kimia,tekstil, dan pengolahan makanan.[61] Sebesar tiga perempat dari produk domestik bruto
Jepang berasal dari sektor jasa..
Hingga tahun 2001, jumlah angkatan kerja Jepang mencapai 67 juta
orang.[65] Tingkat pengangguran di Jepang sekitar 4%. Pada tahun 2007, Jepang
menempati urutan ke-19 dalam produktivitas tenaga
kerja
.[66] Menurut indeks Big Mac, tenaga kerja di Jepang mendapat upah per jam terbesar di dunia. Toyota Motor, Mitsubishi UFJ Financial, Nintendo, NTT DoCoMo, Nippon Telegraph & Telephone, Canon, Matsushita Electric Industrial, Honda, Mitsubishi Corporation, dan Sumitomo Mitsui Financial adalah 10 besar perusahaan Jepang pada tahun 2008.[67] Sejumlah 326 perusahaan Jepang masuk ke dalam
daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% dari 2000 perusahaan publik terbesar di dunia (data
tahun 2006).[68]Bursa Saham Tokyo memiliki total kapitalisasi pasar terbesar nomor dua di dunia. Indeks dari 225 saham perusahaan
besar yang diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo disebut Nikkei 225.[69]
Dalam Indeks Kemudahan Berbisnis, Jepang menempati peringkat ke-12, dan termasuk salah satu negara
maju dengan birokrasi paling
sederhana
. Kapitalisme model Jepang memiliki sejumlah ciri khas. Keiretsu adalah grup usaha yang beranggotakan perusahaan
yang saling memiliki kerja sama bisnis dan kepemilikan saham. Negosiasi upah (shuntō) berikut perbaikan kondisi kerja antara
manajemen dan serikat buruh dilakukan setiap awal musim semi. Budaya bisnis Jepang mengenal konsep-konsep
lokal, seperti Sistem Nenkō, nemawashi, salaryman, danoffice lady. Perusahaan di Jepang mengenal kenaikan pangkat
berdasarkan senioritas dan jaminan pekerjaan seumur hidup.[70][71] Kejatuhan ekonomi gelembung yang diikuti
kebangkrutan besar-besaran dan pemutusan hubungan kerja menyebabkan jaminan
pekerjaan seumur hidup mulai ditinggalkan.[72][73] Perusahaan Jepang dikenal dengan metode
manajemen seperti The Toyota Way. Aktivisme pemegang saham sangat jarang.[74] Dalam Indeks Kebebasan Ekonomi, Jepang menempati urutan ke-5 negara paling laissez-faire di antara 41 negara Asia Pasifik.[75]

Total ekspor Jepang pada tahun 2005 adalah 4.210 dolar AS per
kapita
. Pasar ekspor terbesar
Jepang tahun 2006 adalah Amerika Serikat 22,8%,Uni Eropa 14,5%, Cina 14,3%, Korea Selatan 7,8%, Taiwan 6,8%, dan Hong Kong 5,6%. Produk ekspor unggulan Jepang adalah alat
transportasi, kendaraan bermotor, elektronik,
mesin-mesin listrik, dan bahan kimia.[61] Negara sumber impor terbesar bagi Jepang pada
tahun 2006 adalah Cina 20,5%, AS 12,0%, Uni Eropa 10,3%, Arab Saudi 6,4%, Uni Emirat Arab 5,5%, Australia 4,8%, Korea Selatan 4,7%, danIndonesia 4,2%. Impor utama Jepang adalah mesin-mesin dan
perkakas, minyak bumi,
bahan makanan, tekstil, dan bahan mentah untuk
industri.[61]
Jepang adalah negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia
(senilai AS$ 14 miliar).[76] Jepang berada di peringkat ke-6 setelah RRC, Peru,Amerika Serikat, Indonesia,
dan Chili, dengan total tangkapan ikan yang terus menurun sejak 1996.[77][78]
Pertanian adalah sektor industri andalan hingga beberapa tahun
seusai Perang Dunia II. Menurut sensus tahun 1950, sekitar 50%
angkatan kerja berada di bidang pertanian. Sepanjang "masa keajaiban
ekonomi Jepang", angkatan kerja di bidang pertanian terus menyusut hingga
sekitar 4,1% pada tahun 2008.[79] Pada Februari 2007 terdapat 1.813.000 keluarga
petani komersial, namun di antaranya hanya kurang dari 21,2% atau 387.000
keluarga petani pengusaha.[80] Sebagian besar angkatan kerja pertanian sudah
berusia lanjut, sementara angkatan kerja usia muda hanya sedikit yang bekerja
di bidang pertanian.[81][82]
demografi Jepang, bahasa Jepang, bangsa Jepang, masalah ras di Jepang, dan agama di Jepang
Populasi Jepang diperkirakan sekitar 127,614 juta orang (perkiraan
1 Februari 2009).[83] Masyarakat Jepang homogen dalam etnis, budaya danbahasa, dengan sedikit populasi pekerja asing. Di
antara sedikit penduduk minoritas di Jepang terdapat orang Korea Zainichi,[84] Cina Zainichi,orang Filipina, orang Brazil-Jepang[85], dan orang Peru-Jepang.[86] Pada 2003, ada sekitar 136.000 orang Barat yang
menjadi ekspatriat di Jepang.[87]
Kewarganegaraan Jepang diberikan kepada bayi yang dilahirkan dari
ayah atau ibu berkewarganegaraan Jepang, ayah berkewarganegaraan Jepang yang
wafat sebelum bayi lahir, atau bayi yang lahir di Jepang dengan ayah/ibu tidak diketahui/tidak
memiliki kewarganegaraan.[88]Suku bangsa yang paling dominan adalah penduduk asli yang
disebut suku Yamato dan kelompok minoritas utama yang terdiri dari penduduk asli suku Ainu[89] dan Ryukyu, ditambah kelompok minoritas secara sosial yang disebut burakumin.[90]
Pada tahun 2006, tingkat harapan hidup di Jepang adalah 81,25 tahun, dan merupakan
salah satu tingkat harapan hidup tertinggi di dunia.[91]Namun populasi Jepang dengan cepat menua sebagai
dampak dari ledakan kelahiran pascaperang diikuti dengan penurunan tingkat kelahiran. Pada
tahun 2004, sekitar 19,5% dari populasi Jepang sudah berusia di atas 65 tahun.[92]
Perubahan dalam struktur demografi menyebabkan sejumlah masalah
sosial, terutama kecenderungan menurunnya populasi angkatan kerja dan
meningkatnya biaya jaminan sosial seperti uang pensiun. Masalah lain termasuk meningkatkan generasi
muda yang memilih untuk tidakmenikah atau memiliki keluarga ketika dewasa.[93] Populasi Jepang dikhawatirkan akan merosot
menjadi 100 juta pada tahun 2050 dan makin menurun hingga 64 juta pada tahun
2100.[92] Pakar demografi dan pejabat pemerintah kini
dalam perdebatan hangat mengenai cara menangani masalah penurunan jumlah
penduduk.[93] Imigrasi dan insentif uang untuk kelahiran bayi sering
disarankan sebagai pemecahan masalah penduduk Jepang yang semakin menua.[94][95]
Perkiraan tertinggi jumlah penganut agama Buddha sekaligus Shinto adalah 84-96% yang menunjukkan besarnya jumlah penganut
sinkretisme dari kedua agama tersebut.[10][96] Walaupun demikian, perkiraan tersebut hanya
didasarkan pada jumlah orang yang diperkirakan ada hubungan dengan kuil, dan
bukan jumlah penduduk yang sungguh-sungguh menganut kedua agama tersebut.[97] Professor Robert Kisala (dari Universitas Nanzan) memperkirakan hanya 30% dari penduduk Jepang yang mengaku
menganut suatu agama.[97]
Taoisme dan Konfusianisme dari Cina juga memengaruhi kepercayaan dan
tradisi Jepang. Agama di Jepang cenderung bersifat sinkretismedengan hasil berupa berbagai macam tradisi,
seperti orang tua membawa anak-anak ke upacara Shinto, pelajar berdoa di kuil Shinto meminta lulus ujian,
pernikahan ala Barat di kapel atau gereja Kristen, sementara pemakaman diurus oleh kuil Buddha. Penduduk beragama Kristenhanya minoritas sejumlah (2.595.397 juta atau
2,04%).[98] Kebanyakan orang Jepang mengambil sikap tidak
peduli terhadap agama dan melihat agama sebagai budaya dan tradisi. Bila ditanya mengenai agama, mereka akan
mengatakan bahwa mereka beragama Buddha hanya karena nenek moyang mereka menganut salah
satu sekte agama Buddha. Selain itu, di Jepang sejak pertengahan abad ke-19
bermunculan berbagai sekte agama baru (Shinshūkyō) seperti Tenrikyo dan Aum Shinrikyo (atau Aleph).
Lebih dari 99% penduduk Jepang berbicara bahasa Jepang sebagai bahasa ibu.[83] Bahasa Jepang adalah bahasa aglutinatif dengan tuturan hormat (kata honorifik) yang mencerminkan hirarki dalam
masyarakat Jepang. Pemilihan kata kerja dan kosa kata menunjukkan status
pembicara dan pendengar. Menurut kamus bahasa Jepang Shinsen-kokugojiten, kosa kata dari Cina berjumlah sekitar 49,1%
dari kosa kata keseluruhan, kata-kata asli Jepang hanya 33,8% dan kata serapan sekitar 8,8%.[99] Bahasa Jepang ditulis memakai aksara kanji,hiragana,
dan katakana, ditambah huruf Latin dan penulisan angka Arab. Bahasa Ryukyu yang juga termasuk salah
satu keluarga bahasa
Japonik
dipakai orang Okinawa, tapi hanya sedikit dipelajari anak-anak.[100] Bahasa Ainu adalah bahasa mati dengan hanya sedikit penutur asli yang sudah berusia lanjut di Hokkaido.[101] Murid sekolah negeri dan swasta di Jepang hanya
diharuskan belajar bahasa Jepang dan bahasa Inggris.[102]
Pendidikan di Jepang
Pendidikan dasar dan menengah, serta pendidikan tinggi
diperkenalkan di Jepang pada 1872 sebagai hasil Restorasi Meiji.[103] Sejak 1947, program wajib belajar di Jepang
mewajibkan setiap warga negara untuk untuk bersekolah selama 9 tahun di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (dari usia 6 hingga 15 tahun). Di kalangan penduduk berusia 15
tahun ke atas, tingkat melek huruf sebesar 99%, laki-laki: 99%; perempuan: 99%
(2002).[104]
Hampir semua murid meneruskan ke Sekolah Menengah Atas, dan menurut MEXT sekitar 75,9% lulusan sekolah menengah atas pada
tahun 2005 melanjutkan ke universitas, akademi, sekolah keterampilan, atau lembaga pendidikan
tinggi lainnya.[105] Pendidikan di Jepang sangat kompetitif,[106] khususnya dalam ujian masuk perguruan tinggi.
Dua peringkat teratas universitas di Jepang ditempati oleh Universitas Tokyodan Universitas Keio.[107] Dalam peringkat yang disusun Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, pengetahuan dan keterampilan anak Jepang
berusia 15 tahun berada di peringkat nomor enam terbaik di dunia.[108]
Budaya Jepang
Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang kokoh dengan pengaruh dari luar negeri yang menyusul.
Mula-mula Cina dan Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi
budaya Yunani dan India, memengaruhi seni dan keagamaan Jepang sejak abad ke-6 Masehi, dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-16, pengaruh Eropa menonjol, disusul dengan pengaruh Amerika Serikat yang mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II. Jepang turut mengembangkan budaya yang
original dan unik, dalam seni (ikebana, origami, ukiyo-e), kerajinan tangan (pahatan, tembikar,
persembahan (boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo), dan tradisi (permainan Jepang, onsen, sento, upacara minum teh, taman Jepang),
serta makanan Jepang.
Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang
terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusastraan, permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di
negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka memengaruhi mode dan trend
seluruh dunia. Pasar muda-mudi yang amat baik merupakan ujian untuk
produk-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya dan fungsinya
ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh
dunia.

Baru-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas budaya
yang bernilai: olahragawan. Popularitas pemain bisbol Jepang di Amerika Serikat meningkatkan kesadaran warga negara Barat tersebut terhadap
segalanya mengenai Jepang.
Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka.
Sebagian besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan
penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak nama di
seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis ikan
mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang
bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim panas, sedangkan ramen panas danshabu-shabu pada musim dingin